Liebe Bapak Presiden yang terhormat *walau saya melihatnya dengan kembang-kempis*,
Surat ini ditujukan ke Bapak bukan untuk ikutan trend para blogger yang menulis untuk anda. Lah wong para blogger tersebut lebih pintar dari saya dalam membaca trend kok! Kalau coverage beritanya tentang harga minyak naik, ya mereka menulis surat terbuka ke Bapak tentang hal itu. Begitupula belakangan ini tentang mantan presiden kita tercinta *seius kow?!* H.M. Soeharto yang kondisi kesehatannya kian memburuk, para blogger pun dengan cerdik menangkap frame cerita yang tersurat perihal bagaimana menyikapi kasus Soeharto itu dengan bijak… perlukah minta maaf kah, tetap diadili kah… ah ah ah…
Bukan, Pak… surat saya ini bukan untuk ini. Saya cuma mau mengingatkan tentang bahaya Komunis. Komunis? ya persoalan basi yang sebenarnya tersembunyi *laten gitu loo* di sekat2 kehidupan sosial yang sangat bersentuhan dengan kehidupan saya.
Tolong Pak, tolong. Tolong disampaikan kepada ketua BIN *yang saya tidak hafal namanya* untuk menyelidiki ini. Karena di lingkungan saya sekarang, Gagak 80 Bandung, telah terindikasi praktek2 komunis yang sangat akut. Sebut saja Y yang selalu bilang, “all the smokers are brothers”… seperti rapat PKI *kata kakak saya* kalau ngebul bersama koleganya: A, F, bahkan J. Itu baru satu contoh kecil… ada lagi… di kediaman saya tersebut beberapa item toiletries dan makanan di kulkas pun telah menjadi bagian dari prinsip satu untuk semua. Kebebasan individu hampir tidak ada, di sini tidur dimanapun ada lapak kosong, karena segala petak ubin adalah milik bersama. Kepemilikan invididu otomatis dileburkan oleh ‘aturan main’ yang tak tertulis. Bahkan sadisnya lagi, nomor PIN atm pun di share tanpa ada rasa kepemilikan akan sebuah kerahasiaan. Prinsip tersebut adalah prinsip para kaum sosialis yang akut dipakai oleh para kaum komunis, bukan?
Sekali lagi Pak. bukannya saya tidak sadar, bahwa banyak yang lebih penting dari sekadar membaca surat ini. Namun kiranya, ditengoklah barang sebentar, diperiksa, diteliti dengan benar gerakan-gerakan seperti yang ada di lingkungan saya ini. Saya curiga, gerakan-gerakan ini timbul banyak di kaum urban, yang memiliki ikatan emosional dan senasib, bernaung di bawah satu atap seperti rumah kontrakan, kos2an, dsb.
Demikian surat ini saya buat. Saya harap Bapak, bawahannya juga gapapa deh, melihat fenomena komunisme awal ini sebagai bagian dari feedback untuk pemerintahan anda.
Salam peluk dan cium,
xoxo gossip girl kucing blogger…
Filed under: current affairs, social & environment , gagak 80, komunis, sby, surat
Recent Comments