senyum & tularkan!™

Icon

an invitation to care.

Kenangan Kampanye Pemilu RI 1997

Saya waktu itu 12 tahun. Pemilu 1997 bagi saya seperti pesta tujuhbelasan yang lebih masif dan berlangsung lama. Karena saya melihat program kampanye di TV sangat kaku, jadinya yang saya kejar adalah arak-arakan para pendukung partai dan golongan peserta kampanye waktu itu. Saya berusaha untuk mendapat kaus dan ikut arak-arakan dengan kendaraan bak terbuka, namun tidak berhasil–mamah melarangnya.

Read the rest of this entry »

Filed under: FAQ me!, family & friends, moodlog, social & environment

Ah SUdahlah! (bagian II)

ikut2an sumbang lirik lagu yang merupakan current mood.

Read the rest of this entry »

Filed under: moodlog

Dan Akhirnya “lengkap” Puisi itu

Dan akhirnya lengkap puisi itu, berjudul Kepada Senja, yang telah saya posting medio januari lalu. Apa sebab? Karena memang telah menyeluruh emosi pribadi yang saya titipkan kepada puisi itu. Sedianya memang puisi tersebut saya tulis sebagai pesanan dari Raditia Firnandi yang pada waktu itu sedang kasmaran kepada Dyah Senjani. Namun hari ini lengkap sudah, saya merasa puisi tersebut telah utuh milikku. Tertebak, sudah pasti saya kaitkan terhadap Inday.

Read the rest of this entry »

Filed under: moodlog , , , ,

Perihal keterkaitan Indri Ayu Lestari dengan karakter wanita utama

Benar. Entah kenapa ketika ‘jauh’nya sedang ada, selalu saja setiap film dan bacaan yang saya kunyah mengingatkan saya kepada Inday. Hmm… aih! malunya ketika ingin posting seperti ini.. karena beraduknya perasaan saat menyampaikan lewat postingan kali ini menyebabkan takut.. takut keterusan melayu mendayu-dayu…

Read the rest of this entry »

Filed under: moodlog , , , ,

Ah SUdahlah!

Saya orangnya bisa tahan. sahur dengan sekeping kecil coklat belanda *sigh* juga masih kuat untuk shaum hari ini. Orang kurus memang tahan lapar dahaga.

Tapi saya sedang cemburu buta.. entah cemburu karena apa, buta karena apa.. siapa, bagaimana, bla bla bla.. Hal ini membuat laper jadi masalah banget nih jam 4.31 PM WIB inih…

Hmm.. teringat kata temen saya, Yudi Kurniawan a.k.a. Jonny Cassablanca, kalau berada disituasi seperti ini saya bilang saja:

Ah SUdahlah!

Filed under: moodlog , , ,

Sudah berapa tahun sih?

Sudah berapa tahun sih kita berteman? Masih saja kamu (Bydt) menyebut saya Tomi Rusmansjah dan kamu (Spss) menyebut saya Tomy Rusmansyah pada blogroll kalian… terlalu pemarah? karena mungkin saya kangen sama kamu sekalian… Bydt 16 Agt dan Spss 28 Agt… Selamat sobat!

*week belom selese postingannya!

Kalau tak pikir2 memang dikeluarga saya, si Tomy ini yang paling banyak disalahtuliskan oleh orang-orang. Mulai dari penulisan Tomi, Tommy, Tommi lalu Rusmansyah, Rumansjah, and so on. You name it lah! belum lagi kombinasi dari nama depan dan belakang… makin ngaco saja. FYI Papah sama Mamah saya juga sering salah tulis.. *sekarang2 ngeliatnya kalo bales sms saya* Lucu deh terkikik sendiri… padahal setidaknya Papah yang ngasih nama (satu-satunya yang dikasih nama dari Papah ya si Tomy ini) bisa inget gituh…

Jadi inget katanya Inday, “kok kamu sendiri sih yang huruf awalnya T?” nah loh?! coba kita tilik lagi..

Fajar Rusvan (biasanya salah tulisnya Fajar Kusvan atau Fajar Ruswan kiekiekeikeieke… mamah yang ngasih nama)

Tomy Rusmansjah (ya ya ya… brenti laa standing ovationnya -_-)

Florinda Nur Samantha (paling-paling kena salahnya di Florida dan Samanta.. hmmm..mamah lagi yang ngasih nama… pas saya bilang Flor itu kan lantai mah bukan bunga, tapi si mamah kekeuh bilang ya kan maksudnya Flower… baru bertahun2 saya cari ternyata Florinda atau Floranda itu bahasa arab, alat dengar..)

Fathryan Asnaldi (salahnya biasanya di Fatrian sepertinya.. ini nama kroyokan yang buat.. papah, mamah, emak (nenek dari mamah), dan saya hiee… Fath dari emak, Ryan dari saya (Ryan Giggs maksudnya) dan Asnaldi baru dari papah ama mamah)

Trus saya tanya ke mamah… in the end selalu dibilang, “itu yang ngasih nama papah kamu lhoo… cuma kamu doang…” hahahha… well… pernah juga liat diary agenda mamah papah yang sempet mau ngasih nama saya Tomy Reanaldy… set dah untung gak jadi.. masak mau disamain ama si Tukul Renaldy??? hehehhe..

Ah ya sudah… cuma berawal dari blogwalking ke temen2 jadinya nemu ide cuman seginian postingnyah… tidur aah, besok jam 9 mau liat kuliah umum IOAA hehehhe…

(@ay: asik yaa traveling di Rotterdam.. *ngiri*)

~Pret *ini kentut karena masuk angin, bukan grogi -_-*

Filed under: current affairs, moodlog , , , , , ,

Perihal Indri Ayu Lestari



err.. this is how i feel bout her… saat ini. kangen.

kehabisan stok foto di kompie kampus ini, jadi cuman segitu deh galerinyah…

btw ribet juga ya upload images ke wp ini, jadi kalau mau lihat imagenya diklik satu-satu…

*ternyatabarusegituskillWPmunak…*

God, love her miss her…

(postingan pertama mengenai dirinya sejak januari kekekekeke)

Filed under: current affairs, moodlog , , ,

Perihal tanggapan atas kalimat, “aku capek…”

Saya sedang merindu.

Hampir 2 jam saya  chatting sama Patrice… yep, lagi membahas salah satunya adalah tanggapan tentang kalimat, “aku capek” . Well.. jadi inget dan merindu…

Saya sedang merindu.

Patrice dalam percakapan saya menjabarkan kalimat tersebut ketika dialamatkan kepada 2 orang yang berbeda–pria2 terdekatnya sepertinya. Sedang saya tetap saja menginginkan tanggapan dari kalimat itu. Patrice seorang wanita yang sering bertanya, maka tanggapannya pun seperti itu–dengan bertanya “ada apa? kenapa capek?”.

Saya sedang merindu.

Saat ini Patrice sudah offline. Tidak ada teman untuk membicarakan tanggapan kalimat itu lagi.. sedang saya terus merindu kata-kata: “ya udah kalau capek istirahat, minum vitamin..” untuk tanggapan atas kalimat “aku capek” tersebut…

Remeh? jelas! kapan lagi ya ada yang bilang sejenis itu ke saya?

Filed under: FAQ me!, moodlog , , ,

Hak untuk gebukin orang, adakah?

matasapi: oi
Orang Iseng: (Autoreply) I’m using Leopard. Are you?
Orang Iseng: apa?
matasapi: gapapa
matasapi: iseng
matasapi: bwakakaka
Orang Iseng: eek
matasapi: taik
Orang Iseng: wkwkwk
Orang Iseng: kesel dia
matasapi: iye lagi kesel gw
matasapi: gamparin orang yuk ib
matasapi: badan lo kan gede tuh
matasapi: nah cari yang lemah
matasapi: trus pas udah bengep kasih gw
matasapi: gw lanjutin
Orang Iseng: yg terdekat lo aja
matasapi: ah si jonih
matasapi: bespren doi
Orang Iseng: ya gpp la
matasapi: ih
Orang Iseng: kalo bespren justru digebukin bakal maapin dia
matasapi: cih gak bisa gitu dong
matasapi: gak enak bro
Orang Iseng: alasan

gara2 dufan *pengen liburan kayak Alfon*? merdekalio *shit*? kampus? duid *bayaran spp belom ada*? speedy lelet? TVST? entahlah.. yang pasti saya punya kan hak untuk marah2 tanpa sebab? lagi nyari orang buat di gebukin.. saya beberapa hari ini telah mengumpulkan orang2 yang siap gebukin orang lain yang tidak bersalah *haiyah*…  mau bikin fight club tapi bukan seperti di Kaskus.. di kampus ajah.. pasti banyak pelanggannya..

Sayang  mereka–warga kampus–lebih menyenangi bunuh2an di DoTA daripada gampar2an beneran… kalau saya remuk dikit tidak mengapa asal bisa puas!! adakah cara yang lebih baik untuk menyalurkan energi negatif ini? hhh…

sebentar2… saya shalat isya dulu -_-

beginilah saya, ketika dihadapkan dengan media komunikasi… langsung aja endingnya harus bahagia, bijak, positif…. ketika balik lagi, begitu lagi… seperti yang buat ngetik sms: hape deeehhh!!!

*4JJI please help the sinful me!*

Filed under: moodlog , ,

Rima meminta Saya jawab dengan puisi

5 MUSIM

Musim Pertama

Pencarian. memang merengut seluruh pikiran.
Dibenam aku dalam sabar yang dipuja–jelangi penantian.
Namun itu semua hampa tiada kini
aku akan berangkat lebih indah
–dalam degup-degup penuh putusan
Aku telah menemu kalimat-Nya.
Aku menemu dirimu..

——————

Musim Kedua

Aku suka apapun mengenaimu
Saat kamu terpendar terang, ataupun gelap. Kelam
–Seperti hari-hari ku selama ini..
Maka mohon jadikanlah kamu sepertinya
biar dapat ku jiwai setiap saat…
Kuhirup setiap detik mengharunya.
Dan kita pun meraja di atas pendakian hidup.

——————

Musim Ketiga

Kenapa harus ingkari segala janji?
kenapa harus terselip ragu dalam barisan kata-kata?
Menunggu. Rindu. Bosan. Membeban. Benci
Rupanya suasana yang tercipta terlalu enggan berpihak.
Aih, hatiku terlampau lelah untuk berkedip.

——————-

Musim Keempat

Waktu terus memanggil kita untuk lebih ramah. Pada kenyataan.
Maafkan. karena kita yang kemarin mungkin terlalu tergesa.
Kini berpaling kita dan memadu lagi.. mohon biar mengalir tiada rentan.
Samudera dirimu, aku masih ingin mengukur dalamnya.

——————-

Musim Terakhir

Setia
Satu yang tak pernah aku pinta
untuk kamu bingkai secara istimewa
lalu dengan senyum sejuta hangat kamu
menatap harap seraya berucap: ini untukmu.
karea walaupun sebagaimana kamu,
–kurangmu. lebihmu– aku tetap mencintaimu.
keyakinan? itu pasti.
Jadi mau apa lagi?

Berawal dari komennya Rima,  lagi2 saya copas dari koleksi lama saya. Sudah pernah terbit di Rileks, blog saya terdahulu, maupun di catatan2 teman2 saya yang sengaja mengutip ataupun menyalin semua teks puisi di atas.

Dibuat di Jakarta-Depok medio 2003, lagi2 rasanya puisi ini belum final. Puisi ini menceritakan perjalanan seseorang *bukan saya* dengan pasangannya… ya iya lahhh namanya juga masih SMA suka nulisnya yang begonoan… *well gak juga sih*… Seingat saya, ada satu nama: Gita Amanda Jatnikawati. Siapa dia? sepertinya yang pada salah satu bagian puisi ini saya persembahkan buat dia.

Maunya sih dibuat short movie… bisa gak ya?

Harus!

Filed under: current affairs, moodlog , , , ,

Win some, lose some… that’s life, son!

yup… akhirnya bisa membungkam Fitrah Hardigaluh hari ini… sedikit menggelitik…

wanna know bit more? tunggu residu perasaan yang sejalan dengan keinginan mengetik tulisan!

Filed under: moodlog

Tentang blog dari ~Ai~

“eh, namanya klo ngelink blog orang itu harus baca2 apdetannya.. itu biasanya.. gw juga ngeliat blog lo kok, walo gak di apdet..”

Malu karena kata-kata ini, akhirnya saya nulis juga nih…. entah mau nulis apa tapi yang pasti sejak TVST *innet gretongan* bukan menjadi tujuan saya sehari-hari. Betapa banyak ide-ide tulisan yang telah lepas begitu saja dari kerangka pikiran dan perasaan saya… yang saya tau mereka tidak bakal kembali kepada pemiliknya. Tapi benamkan satu hal, saya pikir… saya harus tetap menulis hari ini.. entah apaan..

err.. coba ya saya runutkan kejadian-kejadian yang saya alami:

Lebaran dan pertemuan kembali dengan keluarga saya (hampir menangis menuliskannya, saya ingin pulang dan dipeluk dielus kepala saya oleh mama *loveyousomuch*)… Kematian salah satu sahabat saya, Sapto Prabowo (semoga kamu berada di sisi-Nya.. tunggu aku..)… Wida wisuda (diksi yang lucu… namun kehadiran saya di sabuga merupakan hal yang gak seru.. berbekal mandi kodok dan tidak cukuran, saya mengantar Nurwan Hakim kedalam ruang sidang. Sedikit kesalahan akibat menyenggol konde seorang ibu dari salah satu mahasiswa, tidak terbayang akhirnya melihat Dwi Indah Widaningrum yang malas saya temui.. pembenaran saya disana setelah selalu ditanya teman karena saya membawakan bunga mawar-nya Nurwan *untuk he-eh-nya* yaitu untuk menemui Ratri Indri Hapsari. Neng Ratri saya ingat waktu itu kenalan kita kali pertama di dalam mobil AtoZ hijau kamu bilang, “gw bakal kuliah teknik lingkungan..” I’m happy for you, Neng…). Kemudian ada ketidakkunjungselesainya project buku biografi Bang Saidal oleh kakanda saya, Fajar Rusvan, yang layout dan sampul mukanya saya kerjakan.. bukan salah saya, duitnya yang seret.. lagipula MS Ka’ban terseret kasus Adelin Lis. Lalu cerita-cerita dari Amita Ratih Purnamasari, Arnellis, Indra Aryaguna, Diah Ariyati Sari *speechless*, Gumira Wisnu Widiarto, Lastiko Harmantyo, dan Annisa Jo (yang terakhir bukan dari smun negeri 39 Jakarta)

. Pada intinya sih cerita tentang Nelli dan ketidakterkaitannya saya dengan Diah… begitulah ah!

Hmm ya segitu dulu apdetannya ya? tidak menjelaskan? biar! yang penting laporan dengan Karina Nurunissa beres, saya menulis lagi!

Saatnya laporan ke Ai dan Wida *terutama untuk membersikan residu perasaan saya yang tertempel di jendela kosannya*

Aku menulis!

Filed under: current affairs, moodlog , , ,

Blog Stats

  • 9,555 hits

This is The Trusmansjah Show!

Liebe. Trusmansjah, Toru, Matasapi; just another parttime blogger and fulltime dreamer. His Passion Tags: Art & Design, Common Room, Identity Design, Indonesia, Media.

Trusmansjah’s Twitter