Indonesia Sehat 2010: Puskesmas kita saat ini

Kemarin saya berkesempatan mengunjungi 2 puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) sekaligus, puskesmas kelurahan Mekarsari dan puskesmas kecamatan Cimanggis, Depok.

Kedatangan saya untuk memeriksa kesehatan paru saya yang katanya terdapat vlek. Pada pagibanget-nya saya untuk kali pertama mengunjungi puskesmas kelurahan Mekarsari. Puskesmas tersebut terletak di jalan kecil trans lembah hijau – jalan AURI (setidaknya begitu saya sebut). Bangunannya baru dan memang puskesmas ini menjawab keinginan masyarakat kelurahan mekarsari untuk mendapatkan layanan kesehatan publik, walau agak susah diakses tempatnya dan tidak ada petunjuk jalan yang jelas.

Puskesmas Kelurahan Mekarsari, first impressions

Loket pendaftaran yang diisi oleh masyarakat ‘asal’ antri menyambut perhatian saya. Jangan salahkan masyarakat, memang loket pendaftaran di puskesmas kelurahan Mekarsari tersebut dibuat ‘asal’ sehingga tidak memberikan arahan yang jelas kepada masyarakat supaya antri dengan tertib. Masyarakat pendaftar dibiarkan kepanasan karena loket berada di tepi bangunan; tidak ada kanopi. Loket tersebut tidak berbekal sistem suara elektronik, jendela yang tidak didesain khusus untuk loket, tidak ada petunjuk visual mengenai tata cara pendaftaran, dan petugas yang cuma seorang berbekal alat tulis seadanya bahkan tanpa lembar isian surat pendaftaran dan riwayat kesehatan pasien. Petugas mesti mencari lembar riwayat dan menuliskannya secara manual.

Satu-satunya kecanggihan yang mereka miliki adalah sistem pendataan berbasis kepala keluarga. Hal ini dapat memudahkan petugas dalam mencari dan mendata pasien. Hal lucu lainnya adalah keranjang pinjam/baca ditempat yang berisikan brosur, leflet, majalah tentang program kesehatan pemerintah, terutama pemerintah Depok. Baguslah, daripada dibagikan kepada masyarakat, nanti nyampah lagi.

Saya akhirnya mendapat giliran masuk ke ruangan dokter umum. Saya menginsyafi, dengan banyaknya volume pasien dengan kelas menengah ke bawah dokter tersebut berbicara dengan ringkas dan padat laiknya suara pengumuman di stasiun atau kantor-kantor. Gaya bicaranya seperti seorang pejabat atau humas, secepat mungkin menjelaskan biar cepat selesai urusan. Mama saya berada disamping tidak menangkap kesan tersebut. Mama terus saja berusaha beramah-tamah kepada dokter tersebut walau tak dipedulikan. Apa mungkin seharusnya dokter tersebut lebih ramah?

Dan ternyata dokter menjelaskan bahwa membuka segel obat untuk penyakit saya diperlukan hasil lab dari puskesmas kecamatan Cimanggis. Untuk mendapatkan obat mahal (sekitar Rp.1,2 juta) yang disubsidi oleh pemerintah memang memerlukan lembar isian yang harus dipenuhi, disertai fotokopi kartu keluarga, KTP, dan lembar pernyataan menjalankan pengobatan berbulan-bulan lengkap dengan materai 6 ribu rupiah. Ini sesuatu yang fair. Insya Allah subsidi pemerintah untuk obat-obatan tepat sasaran karena dilengkapi dengan data pasien tersebut.

Di Puskesmas Kecamatan Cimanggis

Saya dan papa (tukang ojek saya dan mama hari itu ;p) kemudian meluncur ke puskesmas kecamatan Cimanggis di jalan raya Jakarta-Bogor. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi lebih. Tentu saja antrian sudah kelewat panjang; saya dapat nomor 252. Antrian di puskesmas ini lebih beradab, di dalam ruangan dan ada tempat duduknya walau tak cukup banyak. Peralatan pengeras suara digunakan disamping pajangan petunjuk antrian elektronik yang tak kunjung dipakai. Petunjuk antrian elektronik yang sering kita lihat di bank-bank tersebut belum berfungsi, bahkan masih ada yang dibungkus plastik transparan. Lumayan, ada kemajuan. Apalagi setelah saya baca spanduk besar yang isinya permohonan doa restu kepada pengunjung bahwa puskesmas Cimanggis tersebut sedang melakukan perbaikan sistem administrasi menuju ISO (entah ISO berapa…)

Hanya 2 ribu rupiah yang saya butuhkan untuk pendaftaran kunjungan pasien. Petugasnya ada 3 orang. Seorang petugas hanya memakai kaos, tampaknya petugas ‘cadangan’ yang diperbantukan nih :D . Kartu pasien saya yang lusuh diganti dengan yang baru. Kualitasnya ya sama seperti kertas karton biasa, bukan kertas warna yang bercap seperti puskesmas kelurahan Mekarsari. Saya sempat bingung harus ke ruang dokter umum atau langsung ke laboratorium karena tidak dibekali nomor antrian (lagi) dekil dari potongan karton yang ditulis manual. Oh ternyata langsung saja ke laboratorium, setelah saya tanyakan kepada muka lelah tanpa ramah petugas antrian klinik dokter umum.

Pengutipan Biaya di Laboratorium: Rawan Fitnah

Di pintu ruangan seberang laboratorium terdapat gambar tempel kampanye Indonesia Sehat 2010. Gambar tempel itu sudah terkelupas, meninggalkan sudut gambar yang terdapat logo Indonesia Sehat 2010 tidak merekat lagi. Mudah-mudahan ini bukan cerminan gerakan pemerintah yang diisukan sejak 2009 oleh Departemen Kesehatan tersebut.

Di laboratorium puskesmas tersebutlah saya pada akhirnya menghabiskan 1,5 jam lagi. Bukan untuk mengecek hasil lab atau apa, melainkan menunggu pintu terbuka tanpa ada kejelasan apapun. Lab tersebut tidak mengenal konsep antrian pengunjung. Resmi saya selama 3 jam menghabiskan waktu di puskesmas kecamatan Cimanggis, kebanyakan hanya untuk menunggu saja. Gara-gara pengalaman saya ini, program Indonesia Sehat 2010 saya anggap kurang menyentuh sisi pelayanan publik. Mungkin kehabisan energi dan biaya untuk menyediakan subsidi dan distribusi obat yang gampang dikenali indeks peningkatan secara materiil, seperti biasanya program pemerintah. Kan, kalau layanan susah dihitungnya ;p

Akhirnya saat itu datang juga. Saya, yang kepentingannya ‘cuma’ mengambil 3 gelas sampel dahak di laboratorium tersebut akhirnya dipanggil masuk. Sang petugas (cuma berdua, satunya lagi sepertinya asisten) mulai menerangkan kepada saya aturan main pengisian gelas sampel. Setelah selesai penjelasan, dengan enteng petugas tersebut mengutip uang sebesar 15 ribu rupiah dari saya. Karena secara psikologis sudah lelah menunggu tanpa kejelasan, dua lembar uang segera saya kasih ke petugas tersebut. Tindakan ini dapat menimbulkan fitnah yang luar biasa. Karena selain tidak adanya pemberitahuan akan pembayaran, juga pengutipan dilakukan didalam lab, bukan kasir. Hal ini diperparah dengan tidak adanya tanda bukti pembayaran. Lha wong di loket pendaftaran kunjungan pasien saja ada karcisnya kok walau cuma bayar 2 ribu.

Saya pulang dengan pertanyaan, kenapa ya saya tadi tidak menanyakan perihal biaya yang tidak pada tempatnya tersebut? Toh kalau ditanya baik-baik juga petugas tersebut pasti bisa menjelaskan. Saya tidak mau berpikir negatif tentang hal ini maupun pelayanan di puskesmas yang saya kunjungi secara umumnya.

Pelayanan di puskesmas sebagai bagian dari program Indonesia Sehat 2010 memang saya rasakan besar manfaatnya terutama bagi perekonomian masyarakat menengah kebawah dengan adanya subsidi obat secara besar-besaran. Ada baiknya ditingkatkan pula peningkatan layanan administrasi puskesmas sebagai bagian dari pendidikan masyarakat. Kita harapkan, dengan adanya administrasi yang jelas dan transparan, puskesmas kita juga dapat mendidik masyarakat untuk berperilaku serupa.

Ah, tapi apalah awak ni, cem kaleng-kaleng sahadja…

~Nyaw!

#smileNshare!

-Gambar pada: http://in9a.wordpress.com/2009/12/10/indonesia-sehat-2010-2/

Explore posts in the same categories: Indonesiana

Tags: , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

5 Comments on “Indonesia Sehat 2010: Puskesmas kita saat ini”

  1. ay Says:

    panjang amat.. :P belom baca.. ntar yah.. :D

  2. ay Says:

    aku udah bacaaaa….. ah parah keli itu pelayanannya! coba kalo sama aku, aku galakin si petugas2nya.. :P

    cepet sehat ya sayaaang! :)

  3. satria Says:

    saya sudah baca di artikel ini,memang saya akui bahwa puskesmas cimanggis sdh banyak kemajuan di bandingkan di tahun lalu!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.