Mode itu selalu berputar. Buktinya kemarin saya melihat wanita cantik sedang berjalan di teras Bandung Indah Plaza dengan memakai celana jeans dengan batas atas di pinggang. saya tanya Inday, dia jawab memang sepertinya trend itu balik lagi.
Alay, terlepas dari kontroversinya, sepertinya menjadi sebutan untuk remaja masa kini. Saya mencoba blogwalking ke situs ini, dan ini untuk mencari definisinya. Saya temukan juga dari situs wiki, yang menyebut laman Friendster sebagai tempat penyebaran paham alayisme.
Namun remaja juga berkembang, mereka tidak hanya ‘bersarang’ di Friendster, namun juga Facebook. Hati-hati… jika mereka tertarik pada anda, bisa bisa mereka bisa absen tiap hari di facebook chat anda, menekan tombol like this pada setiap postingan anda, dan giat sekali untuk dapat mengenal anda lebih jauh dengan cara yang menjengkelkan. Saya juga amati mereka dapat mengisi feed stream anda dengan status yang sangat sulit kita baca. Tulisannya bercampur antara bahasa SMS yang disingkat-singkat, huruf besar-kecil tidak beraturan, dan penggunaan angka untuk mengganti huruf. Memang, saya pernah alami saat SMU menulis SMS dengan huruf besar kecil di hp nokia. Namun itu cuma buat mengakali kecepatan dalam menulis SMS. Guru saya waktu itu adalah Sissy. Beruntung, teknolog kita membuat simple ABG text generator. Sayang tidak ada fitur penerjemahan.
Sekarang daya jangkau remaja Indonesia kita sudah lebih berkembang. Dari hanya laman jejaring sosial menuju laman blog mikro yang lebih trendi, Plurk. Di laman tersebut, lebih banyak curhatnya dibanding ’saudara’nya yang lebih tua, Twitter. Cocok dengan habitat para remaja kita.
kalau sedikit kita perhatikan, teks yang ditulis oleh rekan kita para remaja Indonesia sepertinya tidak terlalu alay. Itu jika diasosiasikan alayisme dengan syarat tulisan besar-kecil dan sebagainya di atas. Mereka lebih tertarik pada kecepatan curhat dan mengomentari plurk temannya. Mereka juga memanfaatkan dengan total emoticon yang tersedia. Itu karena Plurk memang menyediakan fitur itu untuk lebih beda dari abang Twitter.
Nafsu mereka, para remaja kita, untuk mempertahankan eksistensi mereka cukup besar. Bahkan mereka juga berinovasi lho! Mungkin terinspirasi oleh media komunikasi yang lebih dulu tenar (bahkan mungkin sebelum mereka lahir), yaitu interkom atau walkie-talkie. Mereka pun ‘menyadur’ gaya komunikasi walkie-talkie tersebut ke ranah Plurk. Dengan plurking “Need respon..” atau “Respon dung!” (yang belakangan sering di satir oleh Sawung) seperti fasih sekali mereka ber-walkie-talkie di dunia maya.
Satu lagi fenomena yang membuktikan bahwa trend dan mode itu selalu berulang. Mereka hanya menambah rasa sedikit lebih modern. Dan kali ini fenomena tersebut dibuktikan oleh rekan-rekan kita para remaja di Indonesia.
You go guys! semoga kreativitas kalian membawa manfaat untuk bangsa! Jangan berhenti di sini saja!!
.
.
.
~Prett!! (duh enaknya pagi ini langsung keluar sehabis meneguk secangkir teh hangat)
Filed under: Indonesia & Minangkabau, current affairs, media & literature , alay, trend


mengutip kata di atas “laman Friendster sebagai tempat menyebar paham alayisme” alayisme berarti alay = kampungan? atau apa? thanks x)
coba di cek ke situs wikinya.. tololpedia he he he… alayisme kayaknya suatu paham deh, kan ada akhiran -isme di belakangnya..
=)) =)) =))
Makanya gw di Facebook selalu nolak mentah-mentah orang yang pake nama maksa kek iCHa-MaNieZZZzzz or sumthin’ like that…
Apalagi yang nulis di wall ‘makasih udah add yaaaaa’
cih cih cih… untungnya sampe hari ini belom ada yang berani
)
gw belom ngalamin “makasih udah add ya”.
tapi gw kena kecoh di nama2 alias. tapi belum gw remove, lumayan buat studi.
sawung di plurknya bilang, “sebenernya gw mancing alay itu buat komen kemudian terjadi diskursus. ternyata mereka gak peduli tuh sama plurk org laen smpai skrg”
http://www.plurk.com/p/1cttvh
kemaren baru ngeadd temen sendiri yang udah dikenal, dia balesannya kek gt, thanks for request.
mau saya marahin,tapi kok ndak enak..
wkwkkwkwkkw.
pernah juga menegur temen nulisnya besar kecil.aku bilang klo di alay, eh ternyata dia ndak tahu, aku kasih tahu dan ternyata reaksinya datar. sampai sekarang nulis status FBnya tetep besar kecil, dasar alay.sekali alay tetep alay
wkwkkwkwkkwkwkkwkkw
@Hacques : iyapp.. kalo di friendster waktu itu saya belum ngerti, jadi kalo di add okeoke ja. tapi untuk FB lebih selektif. abisan di situ ada bos dan klien saya juga hehehe
@trusmansjah : justru itu..apakah itu paham untuk alay? LOL
he he he.. mungkin iya itu paham buat alay… wiki tersebut yang bilang loh..
well, perhaps I’ll write that “makasih udah approve” in your FB wall LOL xD
shitto!!! ternyata gw mengalami pengalaman pertama: “thanks ya udah di approve!”
tapi di chat bukan di wall…
di w4LL ju9a ud4ach kaNnNn.. ya d0n9.. LOL
p4k3 tul1S4n K4ya 61n1 donG.. g4ul Kk
setahu saya alay itu lebay atau keluar dari normatif..
saya sudah pernah baca yang http://yona.posterous.com/definisi-alay-by-someone-not-me
salah dua teman di FB selalu update status dengan huruf besar kecil:
1. KnP c L0e haDiR saaT p’SaaN n’ haTi gW baEx baEx ajjaH??9w daH bs LuPaiN L0e tP L0e mLaH Tiba tiBa mNCuL n’ ngBUka LuKa gW..
2. take a rest.. bsok nag bgunnnn pagieeeee….. semanggaaddddddd!!!!! mkasigh yagh flenship supportnagh!!!!!(kegEERann si unto) wkakaaakakkaakkk
bisa termasuk alay kali ya.. :p
kalau menurut saya, bukan berarti ini salah..bagian dari karakter bergaul aja.. cuma amit2.. :p
saya tadi malam chat sama temen saya perihal tulisan saya ini. memang tulisan sekali jadi ini tidak membuat dia puas, jadi saya harus menjelaskannya disini ajah yaa… biar tulisan itu apa adanya deh.
saya akui, kalimat-kalimat pendukung saya perihal pengertian saya ttg orang2 yang masuk dalam definisi alay tsb (maksudnya, saya ngertiin mreka gituh) gak imbang dibandingkan kalimat-kalimat stereotipe yang tampak menjengkelkan.
rupanya, satu kalimat di akhir berupa ajakan ‘jangan cuma berhenti di sini’ juga gak cukup.
jadi, saya ingin menjelaskan bahwa posisi saya dalam hal ini mewajarkan ‘mereka’ yang ‘termasuk alay pada definisi di atas’. itu memang fenomena. walau terkadang menjengkelkan tapi renyah untuk dijadikan satir.
sikap saya sama seperti mas Taufan.
.
.
.
haha…. just LOL
)
eh aku pernah loh bilang makasih udah add..karena dia temen jauh yang aku gak nyangka dia bakal kenal aku…
alay juga dong?
terima kasih mas toru,
link generator ABG nya sangat membantu dalam berkomunikasi..
sama2 mas ;p
kasian yang udah alay..mereka nggak sadar,sadarnya mereka gaul..gaul dengan alay2 lainnya hehehe..tor jangan ada prett nya napa belakangnya ..kasian kalo yang baca sambil makan, tadinya suka sama lo jadi ilfil :p
jadi apa dong buat kata penutupnya biar gaul?
tommy… aku lagi mau ngangkat makalah gaya hidup mengenai habitus alay,,, thanx infonya, kalo ada studi ttg alay boleh sharing ke aku,,,
thanks yaaa…
http://www.thejakartapost.com/news/2009/10/28/messing-with-letters.html
jadi ada 2 kutub nih, mengenai tata tulis dan korban mode kalau menurut artikel The Jakarta Post diatas