Sempat frustasi buku putih sampul plastik bernamakan Tomy Rusmansjah SOS4 no:41 saya hilang entah kemana. Saya merasa sangat kehilangan, kenapa? soalnya ada puisi yang seperti ini:
Kepada Senja
Yang termangu dihadapmu adalah seorang lelaki
beraut lebih sayu dari kisarannya; namun jiwanya masih akan terus terbakar.
Karena dia telah menemu indah dalam irama barisan awan-awan
maupun gradasi dari warna langitmu. Dia lalu berani memberimu ratapan.
Dan karena kesemuanya diapun kini setia mempelajari segala
amarah dari badai-badaimu meski hatinya terkoyak diluluh lantak.
Dia tak ingin merangkulmu. Mengikat dengan berbagai ikatan. Dan ragu masuk kedalam, takut dibilang cinta murah anak sekolahan.
Walau kadang guratan penanya tak jauh lebih baik dari lisannya, dia hanya mencoba melukismu di palung keterdalaman.
Bibir cakrawalamu yang tersungging, hangat-damai yang kau rangkum dalam hening
adalah penguat kaki-kakinya biar hidupnya tetap hidup dalam keterjagaan jiwa.
Mungkin kau pura-pura tuli atau nyata tak mau peduli
karena dari dulu dia telah menyampaikan pesan:
“Tolong bunuh rinduku!”
yap begitulah… puisi ini akhirnya mengemuka kembali setelah sekian lama… energi saya terkuras ketika membaca: takut dibilang cinta murah anak sekolahan. dan frasa “Tolong bunuh rinduku!”. ck ck ck sepertinya sama keadaannya seperti saat ini. Padahal puisi ini dibuat untuk Raditia Firnandi dengan sejuta kecengannya lho! hihihihii…
Buku putih tersebut ketemu saat Bayudita dan Indra Aryaguna sedang bersih-bersih rumah.. untung saja saya didekatnya, karena kalau tidak sudah pasti dibuangnya buku ini. Jadi saya tidak perlu meminta puisi ini kembali ke Radit *yang telah menyalin beberapa kata dan frasa dari puisi saya tersebut untuk puisinya yang lain*.
Eh apa saya minta saja lagi ya? soalnya sepertinya puisi ini belum sempurna, masih banyak coretan sana sini, belum tentu benar saya menempatkan kata dan kalimatnya… lagipula belum bertanggal…
Radit, masih adakah puisiku di catatanmu?
Filed under: current affairs , puisi

wa, tomski, puisinya bagus banget..
posting puisi-puisi lu yang lain dong.. ^_^
rim… nama lengkapnya siapa? saya tulis nanti di blogrollnya… ^^
err.. itu puisi2 jaman SMA… waktu masih lucu2nya saya hihihihii…
ajieh si abang melankolia sekali waktu SMA.. ck ck ck ck..
yah namanya juga generasi AADC, Ai… -_-